Di penghujung hari
ada sepi yang tak terkendali,
matahari mulai sembunyi dari singgasananya
langit berpayung mendung dengan senja.
kau kah itu?
nada yang ku tunggu di antara lembayun pagi
membasahi bumi dan turun di antara mentari
aku hanya bingung,
terdiam dan termenung,
melamun tak berujung.
apa aku sedang bersembunyi di balik luka,
atau kah benar-benar bahagia?
Melalui pagi ku sampaikan pesan pada siang
betapa merindunya daku pada sore
lewat fajar aku bercerita tentang senja
mengenai keindahan yang tak kunjung sirna
melesat hingga ke penghujung petang
aku tak sendiri di sini
berselimut keramaian,
namun mengapa aku merasa
berteman dengan sepi?
Ada kata yang tak dapat terucap
tak kunjung ditebak
penuh teka-teki menjebak
aku,
bersama anganku
kami bersatu,
melaju tak berbatas
bak tak punya tujuan
biar ku gunakan radarku,
untuk mencari tahu,
bahwa aku dan anganku akan melalui berbagai persimpangan
dan menemukan ujung jalan yang indah.
bukankah begitu?
ada sepi yang tak terkendali,
matahari mulai sembunyi dari singgasananya
langit berpayung mendung dengan senja.
kau kah itu?
nada yang ku tunggu di antara lembayun pagi
membasahi bumi dan turun di antara mentari
aku hanya bingung,
terdiam dan termenung,
melamun tak berujung.
apa aku sedang bersembunyi di balik luka,
atau kah benar-benar bahagia?
Melalui pagi ku sampaikan pesan pada siang
betapa merindunya daku pada sore
lewat fajar aku bercerita tentang senja
mengenai keindahan yang tak kunjung sirna
melesat hingga ke penghujung petang
aku tak sendiri di sini
berselimut keramaian,
namun mengapa aku merasa
berteman dengan sepi?
Ada kata yang tak dapat terucap
tak kunjung ditebak
penuh teka-teki menjebak
aku,
bersama anganku
kami bersatu,
melaju tak berbatas
bak tak punya tujuan
biar ku gunakan radarku,
untuk mencari tahu,
bahwa aku dan anganku akan melalui berbagai persimpangan
dan menemukan ujung jalan yang indah.
bukankah begitu?














