Jumat, 23 Februari 2018

Tak Lagi Sama

Satu persatu helaian kertas berisi memori ini telah usang
Lembaran kertas lama telah ku tutup rapih
Ku robek-robek tiap sudut kertas dan ku simpan pada tempat semestinya
Berjuta kenangan bersamamu telah ku lepaskan bersamaan dengan waktu yang kian senggang
Semilir angin membawanya terbang jauh
Kian rapuh

Kau tahu?
Mengapa aku memutuskan untuk begitu?
Karena kau yang menciptakan ruang kosong dan waktu luang di dalamnya
Hingga orang lain bisa masuk dan menggeser posisimu begitu saja
Aku yang memulai, aku yang mengakhiri

Tak apa kau membenciku,
Rasanya denganmu hanya membuat dadaku semakin sesak
Gelisah tak tentu arah
Tak tahu kemana harus melangkah
Tanpa menepi pada tujuannya

Kau telah berada dalam masa lalu ku
Semua indah pada masanya,
Masa aku denganmu sudah habis
Kian kadaluarsa
Lagi lagi tak bisa menyalahkan siapa-siapa

Kau dengan hidupmu
Aku dengan hidupku
Kini arah jalan kita berbeda
Tak lagi sama
Sama seperti yang kau sampaikan padaku, "Sekarang jalani hidup masing-masing", dan ku lakukan itu sesuai kemauanmu

Tak pernah ku sangka akan begini ujungnya
Namun aku tahu ini yang terbaik
Untukku dan untukmu
Kau akan menemukan yang lebih baik dariku
Aku? Pun begitu.







Believe in yourself!




Aku ingin sedikit berbagi pengalaman---
Kalau kalau kalian pernah merasa kurang percaya diri dengan tampilan fisikmu
Kalau kalau kalian pernah merasa tidak puas dengan tampilan wajahmu
Jangan khawatir!
Aku pun sering merasa begitu.
Tapi bukan berarti hal ini menghentikan langkahmu untuk terus berkembang
Orang-orang tidak akan melihat dirimu hanya dari penampilan atau bahkan wajahmu
Klise sekali buatku.
Ketika kamu memberikan yang terbaik, berbicara dengan sopan santun, dan selalu berusaha melakukan hal yang dapat membuat orang lain senang dan meringankan pekerjaannya, itu semua sudah lebih dari cukup.
Orang akan melihatmu dari bagaimana caramu bertingkah laku.
Jika kamu seorang perempuan sama sepertiku, pasti kamu sering tidak percaya diri di hadapan seseorang yang kamu sukai. Apalagi jikalau banyak perempuan lain yang jauh lebih cantik dan seseorang itu memiliki tampilan wajah yang bisa dibilang lumayan tampan.
Bukan begitu?
Jangan pernah berpikir begitu!
Memang buat sebagian orang tampilan wajah itu penting, namun bagiku tidak!
Cantik atau tampan itu relatif. Sama sekali tidak bisa dijadikan suatu permasalahan dalam menjalin relasi.
Sikap, sifat, dan perilaku yang akan membuat orang lain respect dan menghargaimu.
Berbuat baiklah kepada siapapun sekalipun orang itu pernah berbuat jahat padamu.
Percayalah, walau sekecil apapun kebaikan yang kamu lakukan akan tercatat dan tersimpan di langit.
Dan bukan tidak mungkin, ketika kamu membutuhkan bantuan orang lain, mereka tidak segan akan langsung membantumu mengingat kebaikan-kebaikan kecil yang pernah kamu lakukan sebelumnya.
Ini hanya perihal feedback--
Apa yang kamu tanam, itu yang akan kamu ambil.
Apa yang kamu beri, itu yang akan kamu dapat.

Menurutku cantik tampilan itu tak begitu perlu,
Cantik hati yang nomor satu.
Karena percuma jika wajah saja yang cantik namun hatinya sering mengutuk.
Percuma saja jika wajah cantik namun tidak dapat menempatkan diri dengan baik.
Percuma jika wajah cantik namun perilaku dan sikap tidak sesuai dengan wajahnya.

Apa yang membuatmu kurang percaya diri itu datang dari rasa ketakutanmu sendiri
Rasa takutmu melebihi rasa percaya dirimu
Apa yang kamu takutkan itu belum tentu dipedulikan oleh orang lain
Mereka ingin berkomunikasi denganmu,
Namun tidak menutup kemungkinan kalau mereka pun ingin disapa dan diawali olehmu.

Apa sih yang membuatmu tidak percaya diri?
Kamu tuh indah
Kamu tuh unik
Kamu tuh berbeda dari yang lain
Kamu punya mata, hidung, telinga, bibir, dan sepasang bagian tubuh lainnya
Janganlah terlalu sering melihat ke atas
Cobalah sekali-kali tengok ke bawah,
Masih banyak yang hidupnya tidak seperti hidupmu
Banyak yang ingin berada di posisimu,
Banyak yang ingin menjadi sepertimu,
Banyak-banyaklah bersyukur
Sebelum nikmat yang diberikan oleh Tuhan direnggut kembali

Semua itu hanyalah titipan,
Jagalah sebaik-baiknya
Jangan terus-menerus mengeluh
Jadilah dirimu sendiri,
Karena jika kamu menjadi diri sendiri, maka orang lain akan menerimamu sebagaimana adanya kamu
Dan jika kamu malah mencoba-coba mengikuti orang lain dan tidak menjadi dirimu sendiri
Orang lain akan menerimamu sebagai orang lain, bukan dirimu sendiri
Kamu cantik sebagaimana adanya kamu
Percaya deh pada dirimu sendiri
Kamu punya bakat dan kemampuan yang bisa buat orang lain takjub!
Teruslah kembangkan minat positifmu
Jangan biarkan terpendam dan akhirnya tidak terpakai jika tidak ada tindakan nyata darimu

Selalu bangga jadi diri sendiri!
Karena kamu adalah kamu!
Orang lain adalah orang lain.
Ingat, hidupmu yang berhak mengayuh pedalnya adalah kamu, walau kendali penuh ada di Tangan Tuhan.
Tugasmu hanya mengusahakan yang terbaik!

Semuanya sudah diatur oleh Tuhan, tinggal bagaimana cara kita menjalaninya, menjaganya, dan mensyukurinya.. :)

Home




Tak ada tempat senyaman dan seaman rumah
Tempat persinggahan yang selalu berhasil membuat hati tenang dan damai
Dulu, setiap sepulang sekolah saat masa sma
Pikiran pusing terbebani tugas hilang sudah
Saat kembali ke rumah
Senyuman itu selalu membuat gundahku seketika lenyap seperti terbakar oleh api panas

Someone please, take me home.
Aku selalu ingin berada di rumah
Diselingi dengan canda tawa keluarga yang sangat amat ku sayangi
Dan ku rindukan saat jauh dari mereka.
Ya, mereka itulah ayah, ibu, dan adikku.
Mereka alasan terbesarku untuk terus semangat menjalani hari-hari
Penuh pengalaman dan tantangan baru

Buatku,
Secarik senyuman dari mereka sungguh berarti besar
Secercah harapan untuk membuat mereka senang pun terus terngiang-ngiang di benakku
Aku selalu meminta pada Tuhan agar sempat membahagiakan mereka
Selalu ku selipkan di setiap doa permintaan untuk dapat diberi kesempatan membuat mereka bangga
Karena telah dititipkan amanah gadis kecil yang kini sudah beranjak dewasa
Yang mungkin saja sebentar lagi akan berpindah ke pangkuan seorang laki-laki yang menemaninya kelak di masa tua

Saat ini aku hanya singgah di rumah orang tua
Rumah yang mereka bangun susah payah bersama-sama hingga berdiri kokoh hingga kini
Terpikir olehku bahwa nanti aku pun akan punya rumah sendiri
Yang isinya ada aku, teman hidupku, dan anak-anakku yang amat menggemaskan
Terlintas di benakku bahwa aku akan menjadi seorang ibu yang berawal dari gadis yang sok tahu
Yang nantinya menjadi tahu banyak tentang manis-pahit dan getar-getir kehidupan

Pengalaman adalah guru terbaik yang menggoreskan banyak pelajaran berharga
Yang rasanya tak akan pernah terlupa hingga masa tua tiba

Rumah,
akan tetap menjadi rumah
yang selalu ku rindukan
tempatku mengistirahatkan bahu dan lutut setelah lelah beraktivitas
walau tidak selamanya aku berada di rumah dalam dunia ini
setidaknya aku akan berhenti pada suatu penghujung dunia yang bernama rumah tinggal
Selama-lamanya ku menetap di sana
Semoga tempat yang indah dan menyejukkan hati

Inilah tentang rumah impian yang akan ku bangun di masa depan
Dari nol bersamanya yang digariskan dan ditakdirkan untuk menemaniku mengisi masa yang tak bisa disebut lagi muda
Aku, sekitar puluhan tahun lagi akan menjadi tua
Bersama kenangan dan pengalaman yang selalu mengikuti kemana telapak kakiku melangkah

Inilah aku,
Bersama segala kekuranganku
Yang bermimpi akan mempunyai rumah yang berisi sejuta keindahan
Yang dibangun bersama
Melalui perjalanan panjang yang tentunya tak akan mudah


Jalani detak-detik waktu yang terus mengalir
Hadapi rintangan yang menghadang


Nikmati segala prosesnya

Semua berawal indah
Dan akan berakhir indah pula
Aku percaya itu.