Di pagi hari yang cerah, aku
terbangun dari tidurku yang lelap oleh Alarm, sekarang masih pukul
05.30, tetapi aku sudah berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali. Aku pun sudah
shalat subuh dan juga sudah sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Aku sampai lupa
pamit pada kedua orangtuaku. Karena aku sangat terburu-buru sekali.
Setibanya aku di sekolah, terlihat
di sudut pandang mataku seorang anak baru yang bernama Randy. Randy terlihat
seperti menyapaku dari kejauhan tempat duduknya. Dia pun memberi senyuman manis
nya kepadaku. Entah mengapa, hatiku terasa bergetar, setelah aku melihat senyuman
dan tatapan matanya yang tajam menawan itu. "Ya Tuhan, apakah ini yang namanya cinta?" tanyaku di dalam hati. Ah, sudahlah, lupakan rena....lupakan. Jawabku
kepada diriku sendiri di dalam hati. Tak lama kemudian, Clara sahabatku yang
biasa dipanggil ‘Ara’ datang menghampiriku. Ia pun berkata “Eh, eh....anak baru
itu ganteng banget yaa Ren..kesemsem deeh, aku ngeliatnya.” “Iya juga ya
ra...kamu suka yaaa, sama anak baru itu???” celetukku sambil sedikit cemburu
dan memasang wajah penasaran namun ceria. “Eeeeemm...... sepertinya hati ini
berkata lain Ren. Sepertinya memang iyadeh, aku jatuh cinta padanya sejak
pertama kali ketemu. Hehehe. Oh iya Ren, kamu tau nggak, siapa nama anak baru
yang ganteng itu?” tanya Clara dengan sangat penasaran. “Iya, aku tau Ra.. nama
anak baru itu adalah Randy.” Jawabku, yang berusaha untuk menghilangkan rasa
penasaran Clara, sahabatku. “Kok kamu tau Ren, nama anak baru itu?” tanya Clara
dengan sangat sangat tambah penasaran. “Emmmm.... itu, tadi waktu di depan
gerbang sekolah, aku tidak sengaja mendengar teriakan dari anak-anak cewek yang
tak henti-hentinya memanggil nama “RANDY!” ke arah anak baru itu...... jadi, ya
aku tau deh Ra, siapa nama anak baru itu... sekarang kamu udah nggak penasaran
lagi kan, setelah aku kasihtau semuanya kepadamu?” tanyaku lagi. “Ohhh, begitu
ya Ren.... iyaiyaa, sekarang aku udah nggak penasaran lagi... Hatiku sudah lega,
setelah kamu memberi tahu siapa nama anak baru itu. Terima kasih ya Ren,
Hehehe” jawab Clara dengan sangat kegirangan. “Hahaha.... iyaa, samasama ya.. aku juga ikut senang melihat kamu senang.” Jawabku lagi. Lalu, mereka pun
tertawa bersama.
Beberapa menit kemudian, bel
masuk pun berbunyi. Lalu, anak-anak sekelasku pun belajar dalam
suasana yang tenang. Setelah berjam-jam berlalu, bel istirahat pun terdengar
sampai ke kelasku. Aku dan Clara sahabatku bergegas lari ke Kantin untuk
membeli makanan. Kami merasa sudah sangat lapar. Karna, tadi pagi aku sarapan
hanya sedikit. Begitu juga sahabatku Clara. Di kantin, Aku dan Clara bertemu
dengan Randy. Ia tampak sedang membeli jajanan bersama teman-temannya. Randy
terlihat memberikan senyuman manis nya itu lagi kepadaku. Namun, Clara merasa
bahwa ia lah, yang diberikan senyuman oleh Randy. Entah mengapa, hatiku merasa sedikit
kesal. Namun, karena Clara sahabatku yang paling aku sayang dan baik sekali
padaku, yasudah, aku iyaiya kan saja.. Ucapku dalam hati.
Beberapa menit kemudian, Aku dan
Sahabatku Clara sudah kenyang. Karena, kami makan bakso dua mangkuk penuh, dan
minumannya segelas jus jeruk segar. Setelah kami selesai makan, Bel Masuk pun
terdengar ditelinga kami. Lalu, kami berdua langsung bergegas pergi ke dalam
kelas, dan kamipun kembali belajar. Sampai akhirnya, Bel pulang pun terdengar.
Aku dan Clara bergegas pulang ke rumah masing-masing. Kami pulang bersama-sama,
naik angkot. Di angkot, kami bertemu dengan teman sekelas kami, yang bernama
Revi, Rere, Tika, dan Claudy. Mereka semua membicarakan tentang orang yang
Randy sukai... Aku sangat penasaran, siapa sih orang yang Randy sukai. Begitupula dengan Clara, sahabatku. Namun sayangnya, baru ditengah-tengah perbincangan mereka yang
sedang membicarakan tentang perempuan yang Randy suka, Aku dan Clara sudah
sampai di depan perumahan, mau ngga mau kami harus pamit untuk turun dari
angkot duluan. Akhirnya, Pertemuan dan Perbincangan kami dengan mereka berakhir untuk hari
ini.
Sesampainya kami dirumah
masing-masing, nggak lama kemudian Clara mengirim pesan kepadaku. Ini adalah isi pesan yang Clara kirim kepadaku.
Clara: “Ren, kita main yuuk nanti sore.”
Rena: “Main apa?”
Clara: “Main apa aja.. atau nggak, kita ngerjain tugas bareng-bareng yuk Ren.
Kalau tugasnya udah selesai, kita foto foto aja yuuk, hehehe..”
Rena: “Eeeemmm... boleehh. Kita mau main dimana, Ra?”
Clara: “Gimana kalau di rumah kamu aja Ren?”
Rena: “Boleeeh. Boleh bangeet Raaa hehehe.”
Clara: “Okeee deh Ren.. tunggu aku ya. Aku lagi dijalan mau kerumahmu nih.”
Rena: “Oke Ra.. aku tunggu ya. Gerak cepet..”
Clara: “Ren, kita main yuuk nanti sore.”
Rena: “Main apa?”
Clara: “Main apa aja.. atau nggak, kita ngerjain tugas bareng-bareng yuk Ren.
Kalau tugasnya udah selesai, kita foto foto aja yuuk, hehehe..”
Rena: “Eeeemmm... boleehh. Kita mau main dimana, Ra?”
Clara: “Gimana kalau di rumah kamu aja Ren?”
Rena: “Boleeeh. Boleh bangeet Raaa hehehe.”
Clara: “Okeee deh Ren.. tunggu aku ya. Aku lagi dijalan mau kerumahmu nih.”
Rena: “Oke Ra.. aku tunggu ya. Gerak cepet..”
Tak lama setelah kami berbincang-bincang
di sms dan tepat setengah jam pun berlalu, ada yang mengetuk pintu rumahku. Lalu, aku segera membukakan pintu rumah. Aku membuka pintu rumah daaaaaannnn..........
Jengjeng... ternyata, Clara sudah berada di depan pintu rumahku. Lalu, tanpa basa-basi aku pun langsung mengajak Clara untuk masuk ke dalam rumahku.
“Heeey Raaa.. akhirnya kamu sampai juga dirumahku. Ayoo kita ngerjain tugas bersama-sama.” Ucapku. “Iyaa Ren....yuuk mariiii.” Jawab Clara padaku. “Kita ngerjain tugas nya dikamarku aja ya, Ra. Maaf ya Ra, kalau kamarku ini berantakan, dan sangat sederhana. Hehehe.” Kataku. “Iyaa Ren.. nggak apa-apa kaliii.. santai aja, kayak baru kenal aja..hehe” jawab Clara diiringi dengan canda tawa. Lalu, kami berdua mengerjakan tugas dengan sebaik-baik nya. Jika salah, maklum.... namanya juga masih pelajar, dan masih belajar.
Supaya tidak membosankan belajarnya, kami iringi juga dengan ngobrol, dan tertawa bersama. Tak terasa, satu jam pun telah berlalu. Tugas kami pun Alhamdulillah sudah selesai. Sesuai dengan perbincangan kami tadi di sms, setelah mengerjakan tugas kami pun langsung foto-foto bersama, untuk kenangan. Selesai kami berfoto-foto, kami menyimpan dalam album di laptop, di facebook, dan juga di twitter. Hari ini kami habiskan berdua dengan banyak kegembiraan. Senang sekali rasanya, menghabiskan waktu berdua bersama Sahabatku tercinta dan tersayang. Tak kerasa, sudah jam 6 petang saja. Clara sudah dijemput oleh Ayahnya. Lalu, Clara pun pulang...
Sendiri lagi aku dikamar. Tapi yasudahlah, aku isi malam ku dengan belajar saja.
Jengjeng... ternyata, Clara sudah berada di depan pintu rumahku. Lalu, tanpa basa-basi aku pun langsung mengajak Clara untuk masuk ke dalam rumahku.
“Heeey Raaa.. akhirnya kamu sampai juga dirumahku. Ayoo kita ngerjain tugas bersama-sama.” Ucapku. “Iyaa Ren....yuuk mariiii.” Jawab Clara padaku. “Kita ngerjain tugas nya dikamarku aja ya, Ra. Maaf ya Ra, kalau kamarku ini berantakan, dan sangat sederhana. Hehehe.” Kataku. “Iyaa Ren.. nggak apa-apa kaliii.. santai aja, kayak baru kenal aja..hehe” jawab Clara diiringi dengan canda tawa. Lalu, kami berdua mengerjakan tugas dengan sebaik-baik nya. Jika salah, maklum.... namanya juga masih pelajar, dan masih belajar.
Supaya tidak membosankan belajarnya, kami iringi juga dengan ngobrol, dan tertawa bersama. Tak terasa, satu jam pun telah berlalu. Tugas kami pun Alhamdulillah sudah selesai. Sesuai dengan perbincangan kami tadi di sms, setelah mengerjakan tugas kami pun langsung foto-foto bersama, untuk kenangan. Selesai kami berfoto-foto, kami menyimpan dalam album di laptop, di facebook, dan juga di twitter. Hari ini kami habiskan berdua dengan banyak kegembiraan. Senang sekali rasanya, menghabiskan waktu berdua bersama Sahabatku tercinta dan tersayang. Tak kerasa, sudah jam 6 petang saja. Clara sudah dijemput oleh Ayahnya. Lalu, Clara pun pulang...
Sendiri lagi aku dikamar. Tapi yasudahlah, aku isi malam ku dengan belajar saja.
Keesokan harinya, pukul
05.00 aku sudah terbangun dari tidurku. Aku bergegas pergi mandi. Setelah
aku mandi, aku memakai baju seragam sekolahku. Setelah semuanya sudah terlihat
rapi, aku langsung bergegas mengambil air wudhu. Setelah mengambil air wudhu,
aku langsung pergi shalat subuh.. Setelah shalat subuh, aku memasak sebutir telur
ayam, dan aku makan.. Kenyanglah perutku. Sudah jam 06.15, Lalu aku pamit
kepada Ayah dan Ibuku, dan aku segera berangkat ke sekolah naik angkot.
Sampai disekolah, aku bertemu
dengan sahabatku Clara sedang duduk manis di tempat duduknya. Pada saat itu
juga, aku melihat Randy sedang duduk di tempat duduknya sambil tersenyum
kepadaku. Lalu, ku balas senyuman itu. Aku langsung menghampiri sahabatku Clara,
dan kami berbincang-bincang bersama. Hari ini, banyak jam pelajaran yang
kosong, tak ada guru. Jam pelajaran kosong tersebut, hanya aku isi dengan
berbincang-bincang dengan sahabatku Clara. Tak terasa, sudah 4 jam berlalu.
Kami habiskan dengan ngobrol bersama. Bel pulang pun berbunyi...... Aku dan
Clara pun pulang.............. Siang ini, Aku dan Clara pulang beda arah.
Karena, dia mengikuti kelas bimbel sepulang sekolah.
Sesampainya aku di gerbang
sekolah, aku menghentikan langkah kakiku sebentar. Tiba-tiba.............................
Ada seorang laki-laki datang menghampiriku dari belakang. Aku pun tak tahu dia siapa. Dia memanggil namaku berulang kali. Daripada aku semakin penasaran ia siapa, lebih baik aku berbalik badan untuk segera mengetahuinya. Lalu, aku pun berbalik badan dan diam sejenak. “Hey Rena.... Ini aku Randy.. kamu inget nggak sama aku? atau perlu aku jelasin? Aku itu Randy Mahesa Wijaya anak baru di kelas 7B dan teman sekelas kamu Ren...... masa iya kamu lupa sih, Ren?” jelas Randy. “Iyayaya.... Aku tahu dan aku nggak lupa kok Ran, kalau kamu itu Randy.. tapi yang aku nggak tahu, mau apa kamu menghampiriku kesini?” tanyaku dengan sangat sangat bingung. “A..A..Aakuuu.....A..A..akuu...” jawab Randy dengan sangat sangat gugup. “Aku apa, Ran?” tanyaku dengan semakin bingung dengan tingkah laku Randy yang aneh itu. “Iyaiya Ren.....A..A..Aku Cuma mau bilang ke kamu... Aku Suka Sama Kamu Rena! Aku cinta sama kamu sudah sejak lama.. Sejak pandangan pertama. Kamu mau nggak jadi orang nomor satu, dan orang yang paling spesial di hati aku?” tanya Randy dengan malu-malu, karena ia baru pertama kalinya memberanikan diri untuk bilang langsung kepada orang yang ia sayangi bahwa ia menyayanginya dengan tulus. “Apaa, Ran? kamu seriusss, dengan apa yang kamu omongin barusan?” jawabku sambil bertanya lagi pada Randy sambil bicara dalam hati (“Haa? Ternyata Randy juga suka sama aku? apa aku ini sedang bermimpi? Seorang Randy yang wajahnya tampan, hatinya baik, pintar pula, menyatakan perasaannya secara langsung kepadaku? Dan tak ku sangka, ternyata ia pun punya perasaan yang sama, dengan apa yang aku rasa?! Ah, akan aku tanyakan pada Clara, aku terima Randy atau tidak.”) “Iyaa Renaa.... aku seriusss. Dua rius malah. Jadi gimana Ren, apa jawaban kamu?” tanya Randy dengan sangat sangat penasaran, menunggu apa jawaban dariku. “Emm... Kalau soal itu, aku akan jawab besok ya, Ran. Maaf kalau aku harus membuat kamu menunggu.” Jawabku dengan sangat lemah lembut. “Ah, iya. Nggak apa-apa kok Ren, aku akan tunggu jawaban dari kamu. Nggak besok juga nggak apa-apa kok Ren.. santai aja kalau sama aku mah, hehe.” Canda Randy. “Haha, iyaiya ran...... makasih ya, kamu baik banget.” Puji Rena. “Hehehe, iya. samasama ya Ren.. kamu juga baik kok, Hehe.” Puji Randy terhadap Rena balik. “Yaudah, aku pulang duluan ya, Ran. Sampai jumpa besok...” “Iyaaa. Daah, Rena.. Hati-hati yaa....”
Ada seorang laki-laki datang menghampiriku dari belakang. Aku pun tak tahu dia siapa. Dia memanggil namaku berulang kali. Daripada aku semakin penasaran ia siapa, lebih baik aku berbalik badan untuk segera mengetahuinya. Lalu, aku pun berbalik badan dan diam sejenak. “Hey Rena.... Ini aku Randy.. kamu inget nggak sama aku? atau perlu aku jelasin? Aku itu Randy Mahesa Wijaya anak baru di kelas 7B dan teman sekelas kamu Ren...... masa iya kamu lupa sih, Ren?” jelas Randy. “Iyayaya.... Aku tahu dan aku nggak lupa kok Ran, kalau kamu itu Randy.. tapi yang aku nggak tahu, mau apa kamu menghampiriku kesini?” tanyaku dengan sangat sangat bingung. “A..A..Aakuuu.....A..A..akuu...” jawab Randy dengan sangat sangat gugup. “Aku apa, Ran?” tanyaku dengan semakin bingung dengan tingkah laku Randy yang aneh itu. “Iyaiya Ren.....A..A..Aku Cuma mau bilang ke kamu... Aku Suka Sama Kamu Rena! Aku cinta sama kamu sudah sejak lama.. Sejak pandangan pertama. Kamu mau nggak jadi orang nomor satu, dan orang yang paling spesial di hati aku?” tanya Randy dengan malu-malu, karena ia baru pertama kalinya memberanikan diri untuk bilang langsung kepada orang yang ia sayangi bahwa ia menyayanginya dengan tulus. “Apaa, Ran? kamu seriusss, dengan apa yang kamu omongin barusan?” jawabku sambil bertanya lagi pada Randy sambil bicara dalam hati (“Haa? Ternyata Randy juga suka sama aku? apa aku ini sedang bermimpi? Seorang Randy yang wajahnya tampan, hatinya baik, pintar pula, menyatakan perasaannya secara langsung kepadaku? Dan tak ku sangka, ternyata ia pun punya perasaan yang sama, dengan apa yang aku rasa?! Ah, akan aku tanyakan pada Clara, aku terima Randy atau tidak.”) “Iyaa Renaa.... aku seriusss. Dua rius malah. Jadi gimana Ren, apa jawaban kamu?” tanya Randy dengan sangat sangat penasaran, menunggu apa jawaban dariku. “Emm... Kalau soal itu, aku akan jawab besok ya, Ran. Maaf kalau aku harus membuat kamu menunggu.” Jawabku dengan sangat lemah lembut. “Ah, iya. Nggak apa-apa kok Ren, aku akan tunggu jawaban dari kamu. Nggak besok juga nggak apa-apa kok Ren.. santai aja kalau sama aku mah, hehe.” Canda Randy. “Haha, iyaiya ran...... makasih ya, kamu baik banget.” Puji Rena. “Hehehe, iya. samasama ya Ren.. kamu juga baik kok, Hehe.” Puji Randy terhadap Rena balik. “Yaudah, aku pulang duluan ya, Ran. Sampai jumpa besok...” “Iyaaa. Daah, Rena.. Hati-hati yaa....”
Sesampainya aku dirumah, aku
segera menelpon sahabatku Clara. Aku bilang “Ra, datang kerumah ku sekarang
juga ya.. kutunggu.” ucapku di telepon. “Iya.” Kata clara sambil menutup telepon
dariku. Tak lama kemudian, Clara pun sampai dirumahku. Aku langsung menarik
tangan dia, hingga akhirnya kami sampai dikamarku. Lalu, aku langsung
menceritakan semuanya pada Clara tentang apa yang terjadi kemarin siang di
depan Pintu Gerbang Sekolah. Clara pun terdiam sejenak. Entah mengapa, setelah
aku ceritakan semuanya pada Clara, ia langsung meninggalkanku sendiri di kamar,
dan pulang. Aku pun bingung, mengapa Clara bersikap seperti itu. Aku takut,
clara marah padaku. Tapi yasudahlah, semuanya sudah terlanjur terjadi. Oh iya,
aku baru ingat. Clara kan menaruh hatinya juga pada Randy. Mungkin itu
sebabnya, mengapa ia bersikap seperti tadi padaku. Tak terasa hari sudah
berganti malam. Aku tertidur pulas, saat buku masih ku hambur-hamburkan dikasur
ku.
Keesokan harinya, aku terbangun
dari tidurku yang pulas. Aku langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
Tak lupa juga shalat subuh dan pamit pada kedua orangtuaku. Sekitar 20 menit berlalu, aku pun sampai di sekolah. Aku langsung lari ke dalam kelas. Ketika
aku ingin melangkahkan kedua kakiku ke dalam kelas, terlihat Randy yang sudah
menungguku lama di depan Pintu Kelas ku dan menarik tanganku sampai pada
akhirnya kami berhenti di belakang sekolah. Tanpa basa-basi, Randy langsung
membahas masalah yang kemarin. “Ren, jadi gimana jawaban kamu? Kamu terima aku
atau nggak? Kalau kamu terima aku, bilang ‘iya’ ya Ren. Kalau kamu nggak terima
aku, kamu bilang ‘maaf’. Okee, Ren? Mulai dari hitungan ke-1....2...3.. kamu
jawab ya Ren.” Kata Randy. Tanpa basa-basi, aku pun menjawab “Maaf Ran, aku
nggak bisa... maaf banget ya.” Jawabku dengan sangat sangat terpaksa. Aku
langsung lari ke dalam kelas, bersikap seperti biasa. Seakan semuanya terasa
baik-baik saja... Saat aku memasuki kelas, aku melihat Clara dari kejauhan. Aku
memberanikan diriku untuk menghampirinya. “Ara.......Aku sudah menjawab tawaran
dari Randy. Jawabannya adalah ‘Maaf ran, aku nggak bisa.’ Aku tau ra, kamu juga
suka sama Randy. Aku lebih milih kamu, yaitu sahabat aku daripada Randy. Kamu
nggak marah lagi kan Ra, sama aku? please maafin aku ya, Ra. please, kumohon.......”
rayu ku dengan sangat lemah lembut. “Rena, dengerin aku ya.... Kamu fikir aku
marah sama kamu? Nggak. Aku nggak marah sama kamu.” “Lalu, kenapa kemarin waktu
aku ceritakan semuanya tentang Randy menyatakan perasaannya kepadaku, kamu langsung pergi
meninggalkanku tanpa kata-kata ra? Aku takut.. Aku sangat takut, kamu marah padaku
hanya karena masalah itu....” Kataku. “Ohh.. masalah yang kemarin.... Kemarin
itu, aku langsung pulang tak menjawab omongan kamu, karena aku sudah di sms ayahku, ia menyuruhku untuk cepat pulang, karena ada saudara kecilku dari Jawa datang
kerumahku dan ia mencari aku, karena sudah lama kami tak bertemu.... Maaf ya Ren, karena kemarin aku sudah membuatmu curiga, sedih dan khawatir. Aku tidak
pernah berniat untuk bersikap seperti itu kepadamu Ren. Aku sayang kamu.. Kamu
adalah sahabatku satu-satunya yang paling aku sayang. Aku sudah nggak suka sama Randy, Ren... Perasaan ku padanya hilang begitu saja, setelah aku telah menemukan
yang lebih baik dari Randy. Memang dulu aku pernah sempat ada rasa padanya.
Namun, sekarang tidak Ren.... Aku telah menemukan penggantinya. Namanya Andre.
Ia teman SD-ku. Kami sudah saling mencintai sejak lama.. Dan cinta kami baru
bersemi di SMP ini. Nanti deh ya Ren, kalau ada waktu luang, aku janji akan
memperkenalkan Andre dengan Kamu...” perjelas Clara secara perlahan, namun
pasti. “Ohh begitu ya, Ra..Selamat ya Araa, sahabatku yang cantik!!! Semoga
cinta kalian awet sampai kakek nenek nanti ya! Aamiin. Jadi, apa yang harus aku
lakukan sekarang Ra? Semuanya sudah terlambat..” jawabku dengan singkat. “Iya, Ren..Terima kasih. Kamu juga ya, sama Randy hehehe. Nggak Ren.... semuanya belum
terlambat. Nanti, kalau bel pulang sudah berbunyi, kamu harus temui Randy ya,
didepan Pintu Gerbang Sekolah. Kamu jelaskan semuanya dengan baik-baik, nanti
aku temenin kamu deeh......” Perjelas Clara pada sahabatnya, yaitu aku. “Iyaa, Ra..Aaaaa..Araaa....kamu
itu memang sahabatku yang paaliing baik. Aku sayang kamuuu, Raaa..” jawabku. “Iyaa,
Rena... Aku sayang kamu juga!” Mereka pun langsung berpelukan sambil
menangis, karena merasa terharu.
Tak terasa, satu jam pun telah
berlalu. Kebetulan sekali, tadi jam pelajaran ketiga kosong, ngga ada guru. Dan
kami isi dengan obrolan yang tadi. Hehehe. Beberapa menit kemudian, Bel pulang
pun berbunyi. Aku dan Clara pun bergegas lari ke depan Gerbang Sekolah,
menunggu Randy melewati gerbang sekolah. Setelah sekitar dua menit Aku dan Clara menunggu kehadiran Randy, akhirnya ia pun lewat di hadapanku dan Ara.
Lalu, aku panggil dia “Randy...!!!” panggilku dengan suara lembut, namun
terdengar oleh Randy. “Eeeehh, Rena.... iya Ren, ada apa? Tumben manggil
aku? Hehehe...” jawab Randy dengan logat bercanda. “Hehehe. Aku cuma mau tanya
nih, Ran..Tawaran kamu ke aku yang tadi, masih berlaku nggak Ran?” tanyaku
malu-malu. “Maksud kamu apa Ren? Aku nggak ngerti nih, Hehehe.” Jawab Randy.
“Eehhmm... Itu loh, tawaran kamu ke aku yang tadi.. masih berlaku atau ngga? Atau
jangan-jangan, kamu udah lupa ya Ran? Yasudah.... nggak apa-apa kok, Ran.” Jawabku
sedih dan berbalik badan menghadap ke Clara. “Tunggu Ren!!! Aku bercandaa
kok..... Aku inget kok, inget bangeet sama apa yang tadi aku tawarin ke kamu.
Memangnya kenapa? Jangan sedih yaa...” rayu Randy. “Ituuu.. aku jadi berubah
fikiran. Setelah aku sudah fikir berulang-ulang kali, aku nggak bisa terus memendam
rasa cintaku ini padamu. Semakin ku pendam, rasanya semakin besar pula rasa cintaku padamu, Ran..”
jawabku dengan malu-malu dan aku nggak ngegombal loh. Kali ini beneran. “Aaaa Rena, bisa aja deh bercanda nya...;p” jawab Randy dengan singkat.
“Hah? bercanda? Ihh.. nggak Ran, Aku nggak lagi bercanda. Aku seriusss. Dua rius
malah. Huhuhu...” jawabku sedikit kesal. “Berartii, kita saling suka dong, Ren? Jadi, kamu maunya kita gimana Ren? Kita jalanin dulu aja ya? Semoga takdir pun mempersatukan kita kelak di masa depan.” Kata Randy. “Ehhmm.. iya, Ran. Semoga ya.” Jawabku penuh harap. Akhirnya, semuanya berakhir dengan indah diiringi dengan senyuman. Aku tidak kehilangan sahabatku tercinta. Malah, aku tambah akrab dan
dekat dengan sahabatku, Ara yang cantik. Dan kini, aku tidak sendiri lagi.
Disampingku, sekarang sudah ada orang yang akan selalu menjagaku, menyayangiku,
dan mencintaiku sekarang, besok, lusa, ataupun lima puluh tahun lagi.... Hidup
ini terasa begitu indah, selagi masih ada orang-orang disekitar kita yang sangat
menyayangi kita dengan tulus. Mulai dari Kedua Orangtua, Orang yang kita
sayangi, dan Sahabat kita...
Clara pun teriak dari belakang
kami “Ciyeeeee Rena&Randy jadian. PJ nya ditunggu ya! Wkwkwk.. Semoga
langgeng iya kalian.... Semoga juga kelak dipersatukan di pelaminan sebagai keluarga yang bahagia. Aamiin.” teriak Ara dari kejauhan. Banyak yang melihat cerita yang mengesankan yang terjadi pada kami saat itu. Kami hanya tersenyum malu-malu.
HAPPY ENDING...... :-)
karya: Namira Salsha Delviani
twitter: @namirasalsha
facebook: http://www.facebook.com/namirasalshadelviani
















Kuatkan hamba untuk membacanyaaaaaaa
BalasHapus