Satu persatu helaian kertas berisi memori ini telah usang
Lembaran kertas lama telah ku tutup rapih
Ku robek-robek tiap sudut kertas dan ku simpan pada tempat semestinya
Berjuta kenangan bersamamu telah ku lepaskan bersamaan dengan waktu yang kian senggang
Semilir angin membawanya terbang jauh
Kian rapuh
Kau tahu?
Mengapa aku memutuskan untuk begitu?
Karena kau yang menciptakan ruang kosong dan waktu luang di dalamnya
Hingga orang lain bisa masuk dan menggeser posisimu begitu saja
Aku yang memulai, aku yang mengakhiri
Tak apa kau membenciku,
Rasanya denganmu hanya membuat dadaku semakin sesak
Gelisah tak tentu arah
Tak tahu kemana harus melangkah
Tanpa menepi pada tujuannya
Kau telah berada dalam masa lalu ku
Semua indah pada masanya,
Masa aku denganmu sudah habis
Kian kadaluarsa
Lagi lagi tak bisa menyalahkan siapa-siapa
Kau dengan hidupmu
Aku dengan hidupku
Kini arah jalan kita berbeda
Tak lagi sama
Sama seperti yang kau sampaikan padaku, "Sekarang jalani hidup masing-masing", dan ku lakukan itu sesuai kemauanmu
Tak pernah ku sangka akan begini ujungnya
Namun aku tahu ini yang terbaik
Untukku dan untukmu
Kau akan menemukan yang lebih baik dariku
Aku? Pun begitu.
Jumat, 23 Februari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar