(Rindu, sendu, haru)
Jauh darimu mengokohkan benteng pertahananku,
Menciptakan ruang sepi melumat rindu paling sendu,
Menunggumu pulang sembari melihat garis wajahmu dalam sudut dua dimensi membuat rindu ini tak mau pergi,
Sampai pertemuan itu tiba; kau dan aku menjadi sepasang insan yang gagu antara pelepasan rindu dan haru.
(Kembali)
Pertemuan itu kembali terjadi,
Membunuh rindu paling dalam
Tempat kenangan bersemayam.
Kau kembali,
Aku hanya tertegun dapat melihatmu lagi sedekat ini.
Kita terdiam dan larut dalam bayang-bayang perpisahan yang tak mau pergi
Kau dan aku gagu dibuatnya.
(Tak mau pergi)
Sendiri berteman sepi
Ku abadikan senyummu
Ku bawa kemana pun ku pergi
Bayang wajahmu terus menghantui
Dalam wujud tak nyata
Dan benar-benar tak nyata
Perpisahan itu kembali terjadi
Waktu ku kian sempit menunggumu kembali.
Sebatas bertemu-pergi-kembali-lalu pergi lagi.
(Sebatas)
Dinding penghalang membuatku tak berdaya menahan rindu yang kian bergejolak,
Inginku menghilangkan batas diantara kita,
Hingga tak perlu lagi ku menunggumu,
Kemanapun kau pergi,
Aku bisa ikut.
Tak lagi bersama bayangmu,
Namun bersama tubuh hangatmu.
Menyelimuti rasa rindu yang terus tertuai.
Menggerus ruang waktu,
Dimana kau dan aku terpisah oleh jarak tak tertepis kian memiris.
Namira Salsha Delviani.
Pertengahan Juli, 2018.
Rabu, 11 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar