Langkahan kakiku,
Mengajakku menapaki padang tandus.
Tak ada tanah hunus.
Kering,
Meronta,
Suara teriakan terlontarkan dari sudut pertigaan.
Goresan langit jelmaan pantulan cahaya.
Menderma hati yang berhasil dikelabuhi,
Hawa nafsu pribadi.
Pikiran tak sejalan dengan permintaan hati,
Bukan hanya cahaya saja yang membekas,
Janjimu,
Yang manisnya mengalahkan satu ton gulali,
Ribuan martabak bangka rasa cokelat.
Yang lebih parah dari itu,
Bekasnya itu mencabik-cabik habis degup jantungku,
Menyumbat jalur napasku,
Merasuk ke dalam sukmaku,
Mengacaukan aliran denyut nadiku,
Tapi kau salah,
Aku bukan korban yang tepat untuk kau habisi.
Karena aku sudah terlanjur kebal dengan segala janji,
Yang tak pernah kau tepati.
Memasuki pertengahan Agustus,
ㅡ Namira Salsha D.
Sabtu, 11 Agustus 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)















0 komentar:
Posting Komentar